Ku ceritakan tentang betapa besarnya kasih sayang orang tua.
Beliau menggendong, mendekap, mengusap, dan melindungi meski dirinya tersakiti.
Beliau tetap kuat melangkah meski sebenarnya tak kuat lagi untuk berdiri.
Lalu, tak berhenti ketika kuat saja, bahkan ketika berbaring lemah dan tak bisa lagi mengucap dengan jelas, beliau selalu menanyakan kabar anaknya. Apakah sudah makan? Apakah sehat? Bagaimana sekolahnya? Sedangkan beliau untuk menelan saja kesakitan. Seiris kue selalu beliau sisakan untuk anaknya, meski dirinya menahan lapar. . Yang bisa diberikan oleh sang anak hanya kecupan dan ucapan terimakasih serta maaf tak bisa menemani setiap harinya. Dalam selip ingatnya doa selalu teriring untuk dang anak. Meski sang anak sulit untuk ditemui. Menjaga kasih sayangnya sampai menjaga perasaan sang anak agar tak tersakiti, beliau pergi dengan sunyi, tenang, dan damai menjauh perlahan dari sang anak. Agar tak terhentak hatinya yang begitu masih saling melekat.
Surga untukmu mbah. . Begitu aku mencintaimu tapi ALLAH lebih mencintaimu.
Untukmu wahai sahabatku, jangan pernah sedikitpun lengah untuk sekedar menyapa orang tuamu..
Kadang ingat pikirnya tak terungkap, tapi hatiny menjerit mengingatmu.

Komentar
Posting Komentar